Wednesday, May 27, 2015

Hermawan Kertajaya on Differentiation

Akhir-akhir ini aku lagi suka baca buku marketing,
itung2 siap2 mau duduk di bangku kuliah (lagi), hehehe..
biar ga cupu gitu :))

ini bentuk resume nya aja sih, 
istilah pentingnya aku catet disini biar besok2 carinya gampang dan mungkiiinn.. ada yang butuh juga. 
buku ini produksi 2004.
----------------------------------------------------------
halaman 138 keatas (maklum sebelumnya belum kepikiran nyatet, haha)

ambient marketing - bentuk pemasaran dengan memanfaatkan media publik dengan mengajak partisipasi masyarakat, yang yang di letakkan pada spot strategis berdasarkan hasil survei dan buah kreativitas. contoh ada di hal 137-139.

getting out of the crowd - melakukan pemasaran dengan memanfaatkan celah-celah yang berpotensi, bisa jadi merupakan tindakan ekstrem/anti mainstream. contoh hal 143-145

hub culture - budaya baru dari urban consumer yang sangat mementingkan pengalaman dalam menikmati suatu produk. pada akhirnya, konsumen akan menjadi endorser dan melakukan WOM atas produk tsb.

inovasi bisa diukur melalui manfaatnya (relative advantage), selain itu juga dari kompleksitas produk (complexity), manfaat yang mudah diukur (obsrvability), kemungkinan untuk dicoba (trialability), kesesuaian dengan kebiasaan sehari-hari (compatibility).

inovasi di bagi menjadi 2,
1. preventive innovation - inovasi yang dihasilkan untuk menghentikan penggunaan suatu produk, contohnya adalah kampanye anti rokok.

2. incremental/non-preventive innovation- inovasi yang tidak ditujukan untuk menghambat adopsi produk lain, tetapi untuk memperoleh manfaat yang lebih baik. Misal inovasi kamera depan di hp untuk melengkapi kamera belakang.

untuk adopsi poin no 1, konsumen akan membutuhkan jangka waktu yang lebih panjang karena kesulitan mengukur manfaatnya. sebaliknya, poin kedua akan lebih cepat adopsinya.

cara untuk menyakinkan konsumen agar mengadopsi poin no. 1 bisa dengan membentuk guiding coalition - sekelompok orang yang tidak menilai relative advantage secara instan, melainkan jangka panjang. kemudian, penting didukung oleh change agent. hal 151-156.

Tiga perubahan pengelolaan negara (seperti negara Thailand, hal 163-166) adalah, yang pertama, dengan mentransformasi diri dari bureaucratic-monopolistic government menjadi entrepreneurial-competitive government, yaitu meningkatkan kejelian pemerintah dalam memanfaatkan peluang yang ada. jadi pemerintah ikut memikirkan bagaimana caranya menghasilkan uang.

kedua, menjadi pemerintah yang customer-driven dan accountable. customer-driven government adalah pemerintah yang selalu berorientasi dan peduli terhadap setiap kebutuhan pelanggannya dengan cara mendengar keinginan dan ekspektasi pelanggan secara serius, yang kemudian direspon sehingga tercipta kepuasan. pelanggan pemerintah yang utama adalah masyarakat yang dipimpin, yang lainnya adalah siapa saja yang memiliki potensi dan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat tersebut. sedangkan accountable government adalah yang menempatan akuntabilitas publik dalam pratik kepemimpinan mereka di posisi yang terdepan.

ketiga, orientasi pemerintah berskala global kosmopolitan, yaitu membuka diri pada sumber daya global yang  memberikan kontribusi positif pada pengingkatan kualitas hidup masyarakat.

pemasaran bukan perkara tampil lebih baik, tetapi tampil berbeda.
contoh hal :
157-161: sampurna hijau
171-174: the body shop
               (disebutkan istilah strategic business triangle yang aku belum paham ini apa.. :( dan belom cari sih )
end of this book.
--------------------------
lately I concern to issues related to new media and marketing, still, communication field. That is why I eager to read this kinda book, which oftentimes I don't finish the whole book :p. I am so interested if anyone read this article would have some discussions, catch me via email - fitria.avicenna@gmail.com. Thanks a lot :))

Monday, September 22, 2014

review of book (new media)

computational social science

is explicitly transdisciplinary: quantitative methods from fields such as dynamical systems, artificial intelligence, network theory, agent-based modelling, and statistical mechanics are invoked and combined with state-of-the-art mining and analysis of large data sets to help us understand social agents, their interactions on and offline, and the effect of these interactions at the macro level.

summary of books:

Roles, Trust, and Reputation in Social Media Knowledge Markets:Theory and Methods | Editors: Elisa Bertino, Sorin Adam Matei

url: http://link.springer.com/book/10.1007/978-3-319-05467-4 

chapter 1: A Research Agenda for the Study of Entropic Social Structural Evolution, Functional Roles, Adhocratic Leadership Styles, and Credibility in Online Organizations and Knowledge Markets

using a leading question: how the notion of expertise and reputation will evolve as a consequence of the emergence and broad use of social media? this question will inter-related to traditional academic setting, research funding, homeland security and intelligence, and healthcare. 

(to be continued)

 

Thursday, January 16, 2014

ga ada yang kebetulan, bro! :))



Udah jam 9 malem gini, biasanya saya udah siap-siap untuk tidur. Maklum, pecinta kasur .. hehe. Tapi gatau kenapa, kok pingin nulis yaa..

Abis nangis dan terharu baca buku ‘fira dan hafez’ nya @firabasuki, dan pas masuk di bab 'Allah Maha Baik', rasanya kayak flashback ke beberapa part hidup saya.

Allah Maha Baik. Yang mendengar dan menjawab setiap doa saya dalam hal apapun, kapanpun, dan dimanapun. Salah satunya, saat kesusahan harus multi-transit di KL-Seoul-Beijing padahal itu adalah pertama kali nya saya melakukan perjalanan luar negri.

Allah Maha Baik. Saya lahir, tumbuh, dan besar dengan orang tua yang berdedikasi pada setiap peran yang mereka jalani. Mereka itu, lead by example. Saya juga punya adik-adik yang melengkapi setiap cerita di bab-bab kehidupan saya. Many times, kita bersyukur karena punya anggota keluarga yang saling mengingatkan.

Allah Maha Baik. Saya dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sekarang jadi teman saya. Teman makan, teman cerita, teman sholat, teman pulang, teman penyemangat, teman ketawa, teman yang perhatian, teman yang mengingatkan, semacam yang mengayomi dan bikin ayem, dan teman yang ganteng (haha, at least di mata saya).

Allah Maha Baik. Saya dipertemukan dengan orang-orang baik ketika saya harus tinggal jauh dari rumah, sebut saja bapak-ibu kos (Bu Novi dan Pak Yanto) di Kediri, trus Host-mom dan host-pap saya di Khabarovsk-Rusia (Elena dan Vladimir). They took care of me :)

Allah Maha Baik. Saya punya keluarga besar yang beragam dan rame!, dengan cerita hidup mereka yang berbeda, yang mengajarkan saya banyak hal.

Allah Maha Baik. Yang memberikan ke-bejo-an di setiap langkah hidup saya.

Allah Maha Baik. Yang selalu memberikan rezeki yang cukup. Cukup sehat, cukup senang, cukup bahagia, cukup untuk menikmati ini dan itu.

Allah Maha Baik. Bahkan untuk hal sesimpel, ketika kamu sampai rumah setelah perjalanan 3 jam dan kekancingan. Trus, kamu males ambil kunci di rumah tante yang jaraknya kira-kira hanya 5 menit dari rumah. Dan tiba-tiba om lewat dan menawarkan untuk mengambilkan kunci.

Iya, saya percaya bahwa tidak ada hal yang kebetulan. Semua tertulis di Lauh Mahfudz. Jadi, Allah itu Maha Baik. Titik.

Alhamdulillah :))

Saturday, September 21, 2013

my life my adventure =)

hello!

ini bukan setahun setelah ulang tahun, hari besar, atau hari spesial sampai akhirnya saya nulis lagi.
menyenangkan buat flashback to several moments of life.

saat-saat setelah lulus kuliah menurutku adalah masa kritis, hihi, maksudnya?
iya, saat banyak pertanyaan dari dia dan mereka..
"apa rencana habis ini?"
"kerja dimana?"
"lanjut s2 dimana nih?"
"kapan nikah?"
anyway, itu masih mending ya daripada pertanyaannya
"eh si dia udah ketrima s2 di ... / udah nikah sama .., kapan kamu?"
*boleh lempar sandal kok =)

setelah satu tahun menjalani masa kritis, I can say that
don't let yourself get confuse to what people's comments

flashback to my last year,
mulai kerja jauh dari rumah itu akan membuat seseorang belajar banyak.
walaupun definisi jauh itu cuma 3 jam dari rumah dan kita bisa pulang ke rumah tiap weekend.
why? karena saya ketemu suasana baru, suasana kerja. karena saya kos. karena saya jauh dari dunia lama saya. karena saya merasa ini transisi menuju impian saya yang lain.

suasana kerja,
saya merasa sudah 'setengah' siap bekerja dengan pengalaman ketemu orang ini itu dan kondisi begini begitu di organisasi waktu kuliah. tapi kita gabisa pernah tau, what kind of environment will we meet in this working place ..
dulu, saya sudah dapat pengalaman buat adaptasi dengan ketatnya waktu, tingginya persaingan, tingginya mobilitas, deadline, bebas pendapat, such a challenging environment, right?!
kenyataannya, saya kerja di kota kecil, orangnya tidak begitu memperhitungkan waktu, tempat ini berusaha memberikan kesempatan bagi mereka yang mau berusaha dengan pengalaman yang minim. masih babat alas gitu.
in the first 3 months, I felt so happy with all those different aspects. I felt that this is so challenging!
3 bulan loh.. 3 bulan..
iya,  jadi bulan ke empat. saya merasa jenuh karena waktu itu saya merasa sudah meng-eksplor kota kecil ini. saya merasa jengah karena suasana kerja yang tidak menentu dan tidak teratur. saya merasa bosan karena saya merasa tidak berkembang disini. ini dan itu. stuck!

time goes by,
kerjaan semakin banyak, teman baru berdatangan, suasana berubah.
saya merasa apa yang saya punya seharusnya dibagi, hap!
mulai dari hal-hal paling kecil dan sederhana, sedikit demi sedikit.. saya bisa membaur dengan sekitar, dan mereka ternyata juga mau belajar dari pengalaman sebelumnya.
masih sama, hidup butuh strategi :'))

nah, hal lain soal nge-kos.
iya, tiga bulan awal saya merasa baik-baik saja. karena awalnya saya punya room mate.
karena ibu (bapak, adek,eyang) kos saya 'gila' baiknyaa..
anyway, tetep aja kondisi akan berbeda.
kos itu bukan rumah.
yang si ibu kos punya kunci serep, jadi saya belajar untuk selalu ngerapiin kamar.
yang anggota kos punya kegiatan lain, jadi kalau nyalain musik/film/dll harus tau diri.
yang kalau makan harus beli/nyiapin sendiri.
yang setiap tiga bulannya harus membayar. *yaiyalahh bayar
dengan kondisi kos saya yg 'berbeda' dari kos lain, intinya waktu malam saya hanya untuk dikamar, kecuali kalau ada special occasions.
awalnya, itu semua merupakan menjadi sebuah rutinitas yg bikin jengah, lagi-lagi.

satu-satunya yang membuat saya terhibur dan semangat adalah saat weekend dan cita-cita saya!
kenapa weekend? saatnya pulang ke rumah.
pulang ke rumah itu melihat keramaian, ketemu teman yang ini dan itu, family time :)
selalu ada yang diceritakan ke bapak dan ibu, apalagi kalau saat-saat membosankan.
mendengar cerita keseharian bapak, ibu, dan adek adek itu menyenangkan.
mendengar saran dan semangat dari keluarga itu kayak nge-charge baterai.

cita-cita!
iya, saya punya cita-cita untuk kuliah s2 di luar negri dengan beasiswa.
itu yang membuat saya tiap weekend punya jadwal les, belajar tiap malem, ngelakuin research beasiswa dan universitas nyaris setiap hari, melancong ke kota besar lainnya buat liat pameran pendidikan, suka baca cerita keberhasilan orang lain di blog/artikel ppi, dll.
bosen? sering.
putus asa? ga jarang.
di saat-saat nyinyir kayak gitu, mendengar teman berangkat keluar negri untuk urusan organisasi ataupun teman lain udah ketrima s2 itu cuma bikin down. kenapa? ya pinginlahhhh...

dan diantara masa-masa kelam (*eits lebay),
semua perkataan dan pernyataan orang lain jadi terdengar offensive.
atau saya yang sensitif? hehe

apalagi di masa kegalauan, kalau orang sekitar kita obrolannya soal menikah. *ups

tapi Allah itu Maha Mengatur.
saya punya bapak dan ibu yang selalu bilang,
"dijalani dulu aja, nanti ada waktunya"
"sudah sampai mana fi?"
"iya, selalu didoakan kok", dan sebagainya

saya punya guru les dan teman yang sering bilang,
"semangat gi, ini cuma soal waktu, lo pasti bakal berangkat"
"one day you'll be there, cuma soal waktu"
"mbak gi, kalau udah disana keep in touch ya"
such a beautiful words as my trigger to do the further steps. :'))

dan dari semua perjalanan di dunia itu, perjalanan langit juga penting.
berdoa, bersyukur, dan berkorban.

setaun terakhir,
saya juga belajar kalau Allah itu mengabulkan setiap doa.
cuma saya yang sering lupa pernah berdoa apa, trus lupa bersyukur, malah ngeluh.

satu tahun itu keliatan cepet, if we look backwards.
tp kesehariannya itu penuh pembelajaran.
akan banyak hal-hal yang di awalnya merasa gak mungkin menjalani,
tapi ternyata semuanya menjadi kebiasaan.

belajar mengenal diri sendiri.
di saat down dan butuh perjuangan lah keliatan, seperti apa sih saya.
belajar beradaptasi di situasi apapun.
katanya, jadi kayak daging ikan laut. terasa tawar padahal lingkungannya asin.
belajar bersyukur.
banyak nikmat yang dikasi, darimana taunya?
coba lihat seberapa banyak yang melihat kamu, coba perhatikan apa yang orang bilang tentang kamu.
belajar balance, belajar berbagi, belajar menerima,
semakin mengetahui betapa sifat Maha memang dimiliki oleh Allah :)

sekarang? Alhamdulillah, every moment is enjoyable :')))

"hidup itu soal pembelajaran, jadi nggak ada yang salah" Bapak.



Saturday, August 11, 2012

Peran dan Fungsi Public Relations dalam Manajemen Isu sebagai Upaya Membentuk Citra Perusahaan


Fitria Avicenna. 2012. Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya. Peran dan Fungsi Public Relations dalam Manajemen Isu sebagai Upaya Membentuk Citra Perusahaan
(Studi pada PR PT. PLN Persero)
Dibimbing oleh Desi Dwi Prianti dan Maya Diah Nirwana


ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya krisis yang dialami PT. PLN pada tahun 2010-2011, seperti byar-pet, kredibilitas perusahaan, hingga korupsi, membuat peneliti bertanya-tanya tentang peran dan fungsi PR mengenai manajemen isu pada PT. PLN. Apabila PR perusahaan menjalankan peran dan fungsi manajemen isu maka kecenderungan isu dapat dikelola sesuai tujuan perusahaan. Selanjutnya, pelaksanaan fungsi manajemen isu oleh PR dalam rangka mengelola informasi akan membantu terbentuknya citra positif perusahaan.    
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan peran dan fungsi PR dalam manajemen isu PT. PLN serta tanggapan khalayak terkait program manajemen isu yang akhirnya membentuk citra perusahaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek  penelitiannya adalah PR PT. PLN Kantor Pusat dan lima belas orang segmented public untuk tiga isu eksternal (Daftar Tunggu, Pelayanan, dan Efisiensi) yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian ini mendeskripsikan mengenai peran dan fungsi PR PT. PLN yakni, (1) PR memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi Direksi dalam pembuatan keputusan sebuah isu korporat, (2) PR mengetahui semua informasi melalui sentralisasi penyebaran informasi, (3) PR juga memiliki akses khusus dan langsung dengan Direksi untuk bertukar informasi rahasia dan penting, (4) PR membuat empat kategorisasi isu eksternal untuk membantu proses memahami informasi yang masuk, dan (5) PR menjadi bagian dari tim khusus manajemen isu eksternal dalam menentukan strategi yang digunakan. PT. PLN melakukan manajemen isu eksternal untuk mengelola isu korporat dan membentuk citra perusahaan. Citra PT. PLN yang terbentuk melalui program-program manajemen isu eksternalnya, yakni 1) Pelayanan PT. PLN lebih dipermudah dalam memenuhi kebutuhan listrik, 2) Kenyamanan pelanggan lebih diperhatikan, dan 3) Perbaikan kinerja dan kemampuan PT. PLN terlihat dari adanya inisiatif efisiensi energi primer. Citra PT. PLN berdasar pada pengukuran tanggapan khalayak Model Grid Analisis Citra menggambarkan bahwa PT. PLN berada di grade B karena memiliki citra positif dengan posisi kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program manajemen isu eksternal tersebut. Citra positif yang didapatkan PT. PLN menurut hasil wawancara dan kegiatan mencocokkan dengan dokumentasi adalah citra yang mengarah pada tercapainya harapan perusahaan.
Kata Kunci: Peran dan fungsi PR, Manajemen Isu, Komunikasi, Citra.

-----------------------------------------------------------------------------------------------


Fitria Avicenna. 2012. Communication Science Department, Faculty of Social and Political Science, University of Brawijaya. The Role and Function of Public Relations in Issues Management as an Attempt to Build the Image of a Company (Study in Public Relations PT. PLN)
Supervised by Desi Dwi Prianti  and Maya Diah Nirwana

ABSTRACT
The background of this research is the existence of a fact that PT. PLN faced so many crises within 2010-2011. Those crises are byar-pet, ambiguity of company credibility, and corruption. It makes researcher wondered about the role and function of public relations in issues management of PT. PLN. If the PR runs the issues management function, then the issue/crisis symptom will be known and managed so that it is aligned with the company vision. Then, PR role and function in actuating the issues management function in order to manage the potential issues will contribute to the building of company’s image.
The aims of this research are to know, analyze, and describe the issues management process of PT. PLN then to segment public feedback related to the issues management program that will shape the image of the company. This research used descriptive qualitative method. The subjects were Public Relations of PT. PLN and fifteen informant of three external issues (Waiting list, Service, and Efficiency) that chosen by purposive sampling technique.
The result of this research describes the role and function of PR PT. PLN that are: (1) has a power to affect Top Management in decision making process of corporate issue, (2) PR knows all the information through the centralization of information, (3) PR also has a special and direct access to the Top Management for important and secret information exchange, (4) PR makes four external issue categorizations to help the understanding process of incoming information, and (5) PR becomes a part of special issues management team for deciding a strategy. PT. PLN does an external issue management in order to manage the potential corporate issue and build a company’s image. The images of PT. PLN that were created by the external issue management are, 1) the service of PT. PLN is simplified in order to fulfill the electricity needs, 2) PT. PLN pays more attention to the customer’s convenience, and 3) PT. PLN shows a work and capability improvement that can be seen in the existence of initiative of primary energy efficiency. Image of PT. PLN based on Image Analysis Grid Model (segmented public’s feedback) is stated in the grade B because PT. PLN has a positive image however the society is lack of knowing the external issues management program. The positive image of PT. PLN based on the interview results and documentation had shown that the image is close to company’s wishes.

Keywords: PR Role and function, Issues Management, Communication, Image.

Tuesday, July 31, 2012

4 Pasangan Hidupku

Dunia tulisan memang indah, selalu bisa menghadirkan gambaran indah dalam imajinasi setiap orang.
nah...kalau yang ini, jangan di imajinasikan, tapi coba lah berempati. menjadi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari, benarkah kita sudah bersikap adil pada diri kita sendiri?

jadi cerita ini aku dapet udah lama banget, semester-semester awal perkuliahan.
mbak mbak asdos yang cantik mengurai sebuah kisah perumpamaan di kelas..


one day..
ada 1 orang laki-laki yang mempunyai 4 istri.

laki-laki itu cinta setengah mati pada istri pertama-nya,
istri yang sering diperhatikan, dirawat, pokoknya jangan sampe lecet deh..

gimana dengan istri kedua?
ya jelas cinta lah .. istri yang selalu di bangga-banggakan waktu ketemu partner-partner-nya, istri yang slalu dikenalin ke setiap orang..

nahloh, istri ketiga?
juga sayang dong..
siapa yang nggak sayang sama istri yang selalu ngasih solusi disaat ada masalah..
yang selalu ada untuk nemenin, jadi temen curhat, intinya ..
I'll be there for u deh, kata istri ketiga.

trus, istri ke-empat?
kadang emang suka dicuekin..
tapi istri ke-empat setiiia banget, bayangin aja kesetiaan istri keempat ini bakal nurut mau kemana aja, ngapain aja, dimana aj, pasti ikuut dan terlibat.

suatu hari,
sebagaimana seorang makhluk Tuhan, pasti akan kembali pada-Nya.
si suami mau menghadap sang Pencipta,
tidur tergeletak di kasur dan berpikir.
lalu, dipanggillah satu-persatu istrinya.

istri pertama.
suami : hai istriku, aku akan segera meninggal dunia, maukah kau ikut denganku..?
Istri1: maaf suamiku..aku tidak bisa ikut denganmu.

istri kedua.
suami: hai istriku, aku akan segera meninggal dunia, maukah kau ikut denganku..?
istri2: maaf suamiku .. aku ingin tetap tinggal di dunia ini.

istri ketiga.
suami : hai istriku, aku akan segera meninggal dunia, maukah kau ikut denganku..?
istri3: baiklah.. tapi aku hanya ikut sampai pemakaman wahai suamiku.

istri ke-empat.
suami : hai istriku, aku akan segera meninggal dunia, maukah kau ikut denganku..?
istri4: tentu suamiku..aku akan ikut denganmu.

nah..
itu hanyalah perumpamaan seorang manusia.
perumpamaan bahwa setiap insan memiliki empat pasangan yang melekat pada diri masing-masing.


istri pertama.
yang slalu kita jaga, perhatikan, adalah penampilan kita.
dan pada akhirnya, penampilan tidak akan bisa menemani kita selamanya.

istri kedua.
yang kita kenalkan dan bangga-banggakan ke semua orang adalah status sosial kita.
yang juga cuma bisa menemani kita di dunia.

istri ketiga.
yang selalu ada buat kita.
temen, sahabat, keluarga..pun..cuma sampai di liang kubur.

istri ke-empat.
yang sering terabaikan, namun setia sampai kapanpun.
adalah jiwa kita..

jadi, sudahkah kita mencintai dan menyayangi jiwa kita?

Sunday, June 12, 2011

Last, but not least (AIESEC story #5)


Especially, I had a great birthday there. On 24th of January, when I had a breakfast, my host family congratulates me, say best wishes, and present gifts for me. And when I accompany my Russian friend in her university, she congratulates me also by doing a birthday tradition, like hold my ears and pull it as much as my age. It was fun  . Yap, when I arrived in school, teacher and students also congratulate me. They did a wonderful birthday tradition, so they made a circle and I stand in the middle, then they sang a song for me  . after that, members of AIESEC LC Khabarovsk did it too, they congratulate, said best wishes to me, and gave so many presents. The special thing which is Russian traditional presents. What an awesome birthday in Khabarovsk.

Well, my step in AIESEC gave me much development as a personal and my daily life. In my Leadership role, of course I got many learning such as about human relationship, decision making, management, soft skills, developing my self more, etc. and exchange really change my life, as for me, my experience was not just introduce me about Russian people, but I know Malaysian, Korean, and China by how they service us. Of course, I got much learning in Khabarovsk, such as in public speaking, being an adaptable person, strict on my principle, be brave to say the right things, etc. last but not least my step in AIESEC still continue, to involve, contribute, and learn more.

these 5 series of stories definitely can not describe the whole story, of course the emotion, conflicts, and so on, within 4 years of my engagement in this organisation.

I would say, AIESEC is the best organisation to explore young people, due to the supportive condition. terms & condition applied: if you are actively contribute to the activities :)
but, you have to know that there's the time that you should graduated from this organisation, and actualize yourself in a broaden neighborhood. :)

Good luck!!