Tuesday, March 29, 2011

such a few good notes for CV (AIESEC story #1)




















 I became an AIESECer since August 2009.
After I apply for the second time, finally I accepted as a member. Then I involved in Go green ADHOC as a staff – October 2009. After that, I involved in Task force team of PboX HIV/AIDS 2010 December 2009 – January 2010 by having some responsibilities, such as make a project planning, doing Marketing for Sponsorship and TN (Trainee Nominee), and make sure the project program. In this time, I learn so much, because I really felt the real AIESEC culture.

I continue my step by involve in Organizing Committee Vice President of Publication and Decoration PboX HIV/AIDS 2010, January-June 2010. Then I did design media publications, Prepare publication tools and Design and decorate stage. maintain media partner and prepare press release with VP Communication, and also coordinate staff to create concepts ,controlling and evaluating the staff performance. I definitely got much more learning here about being a leader, management, hard skills, soft skill, work with deadline and under pressure, etc. again, I want to take a higher role by being manager of Media Cooperation, Communication Department , June 2010 – Now , with responsibilities such have research about All Media, data base about Media Partner , Raise , Maintain, controlling and evaluating Media Partner Performance, make press Release when AIESEC have big event , Compile all material and administration data, and also together with VP Comm. Build Brand Guideline, Controlling LC Branding, Send Report.

I had a plan to go exchange when I just started my new position as Media Cooperation manager on July 2010. First, I had a plan to go to Turkey. and ... (to be continue)

Monday, January 25, 2010

Conflict In Interpersonal Relationship


Konflik antarpribadi adalah pertentangan antara orang-orang yang terhubung, terhubung (connected)memiliki arti posisi dan tindakan seseorang akan mempengaruhi orang lainnya.
Prinsip konflik antar pribadi
1. Konflik merupakan hal yang tak terelakkan
Konflik selalu ada pada setiap hubungan, saatnya kita untuk bisa mengatur dan memecahkan konflik dengan melakukan komunikasi mengenai perbedaan dan perselisihan yang ada dengan baik, yaitu saling mendengarkan opini masing-masing, sehingga didapatkan solusi.
2. Aspek positif dan negative konflik
Aspek negatifnya yaitu ketika kita memiliki konflik dengan orang lain, pasti kita akan berfikiran negative tentang orang tersebut. Selain itu, energy kita akan terbuang untuk memikirkan strategi untuk menyakiti orang lain yang akan menimbulkan kebencian, sakit hati dan konflik yang berkepanjangan, sehingga tercipta situasi dimana pengorbanan tinggi dan penghargaan yang rendah.
Aspek positifnya adalah, ketika kita dapat menghadapi suatu konflik,kita akan berusaha untuk mendapatkan solusi yang potensial, solusi yang diharapkan bisa menguntungkan kedua belah pihak (win-win solution).
3. Conflict can focus on content and/or relationship
Content conflict focus pada objek, peristiwa, dan individu di dunia yang bukan merupakan orang-orang yang terlibat dalam komflik. Termasuk juga semua pendapat dan pertengkaran yang terjadi setiap hari.
Relationship conflict adalah banyak persamaan dan hal-hal yang dipertimbangkan dalam suatu hubungan antara dua orang. Relationship conflict seringkali tersembunyi dan tersamarkan dalam conflict content.
4. Model-model konflik yang berbeda dan konsekuensinya
Competing-I win, you lose
Model konflik dimana kita hanya perduli pada diri sendiri, seperti suasana kompetisi. Kita cenderung agresif untuk mencapai tujuan kita, sehingga dapat menyakiti pasangan kita. Hal tersebut menimbulkan kemarahan pada pasangan kita, dan membuat masalah menjadi tidak terselesaikan dan lebih rumit.
Avoiding-I lose, you Lose
Model konflikini, dimana kita lebih memilih untuk diam dan tidak membicarakannya,sehingga suatu masalah akan terpendam dan tidak terpecahkan.
Accommodating-I lose, you win
Pada model ini, kita mengorbankan kepentingan kita untuk membahagiakan pasangan kita. Tujuannya untuk menjada keharmonisan dan kedamaian dalam suatu hubungan. Model ini tidak memberikan solusi akhir, karena bisa membuat kita merasa tidak adil dan membuat kita membenci pasangan kita bahkan diri kita sendiri.
Collaborating- I win, you win
Pada model ni, kita mempertimbangkan keinginan kita dan pasangan kita. Model ini memerlukan waktu khusus dan kemauan untuk berkomunikasi dan saling mendengarkan pendapat masing-masing, sehingga didapatkan solusi yang memuaskan kedua belah pihak.
Compromising- I win and lose, you win and lose
Model ini terjadi ketika kita dan pasangan kita tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan secara keseluruhan. Model ini bertujuan untuk memelihara kedamaian dalam sebuah hubungan.
5. Pengaruh budaya pada konflik
Pada prosskomunikasi, konflik dipengaruhi oleh budaya seseorang, khususnya olehkepercayaan dan nilai mengenai suatu konflik. Hal-hal yang bisa berpengaruh seperti perbedaan antara konteks budaya tinggi dan rendah, persamaan hak antar gender,dll.
Conflict Management Stages
Sebelum mengatur dan menyelesaikansebuah konflik, persiapkan dahulu hal-hal berikut”
1. Try to fight in private-jangan sampai anda lupa bahwa tujuan sebuah diskusi untuk menyelesaikan suatu masalah, bukan untuk memenuhi kebutuhan anda sendiri dengan menyakti orang lain di depan banyak orang.
2. Be sure you’re each ready to fight-tentukan waktu terbaik dimana kedua belah pihak bisa benar-benar konsentrasi menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
3. Know what you’re fighting about-karena, kebanyakan orang mempermasalahkan hal-hal kecil sebagai bentuk pelampiasan rasa frustasi dalam dirinya.
4. Fight about problem that can be solve-jangan mengungkit-ungkit masa lalu yang sudah terjadi,karena akan menambah masalah baru yang semakn sulit untuk diselesaikan.
Stages In Conflict Resolution
1. Define the conflict-merupakan tahap awal dimana kita harus mengetahui mana yang termasuk content dan relationship conflict, define the problem in the specific terms,focus on the resent,empathize,dan avoid mind reading.
2. Examine possible solutions-banyak hal yang bisa dilakukan sebagai solusi suatu masaah, tetapi yang terpenting bagaimana sebuah solusi itu bisa menjadi “win-win solution” untuk kedua belah pihak, sehingga ada kesamaan cost dan reward.
3. Test the solution-pertama, tes solusi tersebut secara mental,yaitu apakah solusi tersebutmembuat kedua belah pihak senang dan puas?. Kedua, realisasikan solusi tersebut dalam tindakan nyata.
4. Evaluate the solution-bagaimana solusi tersebut memang benar-benar sudah menyalesaikan suatu masalah, kalau belum, maka harus ditemukan solusi yang lain.
5. Accept or reject the solution-setelah mengevaluasi, jka kita merasa bhawa solusi tersebut memang cocok, maka bersiaplah untuk bisa melakukanya.
Conflict Management Strategies
Strategi yang akan kita pilih untuk menyelesaikan suatu masalha dipengaruhi oleh:
1. Tujuan jangka panjang atau pendek yang ingin kita raih.
2. Keadaan emosi ketika kita menentukan strategi.
3. Keadaan cognitive assessment kita akan mempengaruhi juga.
4. Kepribadian dan kemampuan berkomunikasi
5. Sejarah keluarga.
5 strategi untuk me-manage suatu konflik
1. Win-lose and win-win strategies
Jelas bahwa win-win solution lebih dipilh karena bisa memberikan kepuasan pada kedua belah pihak dan tidak menimbulkankebencian seperti akibat dari win-lose solutions. Selain itu, dengan win-win solution, kita bisa saling saving face dan merasa lega.
2. Avoidance and active fighting strategies
• Avoidance-melakukan hal lain untuk menghindari suatu masalah, bisa menimbulkan turunnya tingkat kepuasan hubungan. Sisi positifnya, jika kita memang belum berada pada emosi yang stabil, hal ini bisa digunakan untuk menstabilkan emosi diri.
• Nonnegotiation-menghindari bentukomunikasi, seperti diskusi dan mendengarkan pendapat pasangan kita.
• Silencer-lebih memilih ntuk diam ataupun melampiaskan dalam tindakan seperti menangis atau berteriak.
Daripada melakuan hal tersebut, lebih baik kita aktif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Aktif untuk menyuarakan apa yang sedang terjadi, dan aktif untuk mendengarkan pendapatpasangan kita.
3. Force and talk strategies
Banyak masalah yangterjadi dalam suatu hubungan diselesaikan dengan pemaksaan (force), baik secara fisik ataupun emosi. Pemaksaan tersebut mengarah pada kekerasan dalam suatu hubungan. Ntukmenghindari pemaksaan, alternative yang tersedia adalah berbicara. Kualitas berbicara untuk terbuka, positif thinking dan rasa empati menjadi langkah awal yang baik.
4. Face-detracting and face-enhancing strategies
Face-detracting ditemukan dalam bentuk konflik karena adanya ketidak percayaan, merendahkan pasangan, dll. Yang membuat pasangan bisa kehilangan reputasi atau merasa malu. Sedang face-enhance yaitu dengan terlibat dalam memelihara positive image pasangan kita, memberikan kepercayaan,dan bersikap baik. Dengan begitu, hubungan akan terpelihara dengan baik.
5. Verbal aggressiveness and argumentativeness strategies
Verbal aggressiveness merupakan strategi konflik yang tidak productive, dimana slah satu pasangan berusaha memenangkan pendapatnya dengan menyakiti perasaan pasanan. Sedangkan argumentativeness merupakan strategi dimana kita menyuarakan opini menurut sudut pandang kita, sehingga kita bisa mendiskusikan konflik yang terjadi.

nb: berbagai sumber

Interpersonal Relationship: Friendship, Love, Family, And Workplace


Friendship
Friendship is an interpersonal relationship between two interdependent person that is mutually productive and characterized by mutual positive regard. Artinya :

1.Persahabatan adalah hubungan antar pribadi yang berarti harus ada keterlibatan personal dan interaksi antar individu.
2.Persahabatan harus saling memberi “mutually productive”, yaitu hubungan akan terjalin dika adanya saling mendukung dan memberi (productive).
3.Persahabatan terjalin jika kita saling memberikan penghargaan yang positif. Terdapat 3 karakteristik dalam persahabatan, yaitu kepercayaan, dukungan emotional, dan saling berbagi.
Jenis-jenis persahabatan:
1.Reciprocity- mempunyai karakter seperti kesetiaan, pengorbanan, saling mempengaruhi, dan kemurahan hati.
2.Receprivity-mempunyai karakter seperti comfortable and positive imbalance in the giving and receiving of rewards. Kebutuhan setiap orang dipuaskan dengan adanya pertukaran.
3.Association-lebih pada hubungan teman biasa daripada sahabat.

Love
Love is a feeling that maybe characterized by closeness and caring and by intimacy, passion, and commitment.
Jenis-jenis cinta:
1.Eros love, yaitu cinta yang focus pada beauty dan sexuality, dengan mengabaikan kualitas hal lain.
2.Ludus love, yaitu cinta yang terlihat seperti suatu permainan, lebih kepada kesenangan dan hiburan.
3.Storge love, yaitu cinta seperti persahabatan, kedamaian, dan lambat.
4.Pragma love, yaitu cinta yang dipraktekkan dan tradisional.
5.Mania love, yaitu cinta penuh dengan obsesi dan rasa posesif, diwarnai dengan karakter kegembiraan dan depresi.
6.Agape love, yaitu cinta bersifat compassionate dan selfless, dengan karakter self-giving dan altruistic.
Laki-laki lebih cenderung pada eros dan ludus love, sedangkan perempuan cenderung pada mania, pragma, dan storge love.


Family
Merupakan suatu term primary relationship denotes the relationship between the two principal parties, seperti suami istri, dan family denotes the broader constellation that includes children, relatives, and assorted significant others.
Characteristic of families
1.Defined roles-setiap anggota keuarga memahami perannya.
2.Recognition of responsibilities-anggota keluarga menyadari bahwa setiap orang mempunyai tanggung jawab dalam sebuah hubungan.
3.Shared history and future-anggota keluarga berbagi mengenai sejarah keluarga dan menceritakan cita-citanya.
4.Shared living space-anggota keluarga hidup bersama.
5.Established rules-hubungan yang terjadi dalam keluarga diatur oleh peraturan, tidak seenaknya sendiri.
Jenis keluarga
1.Traditional-mereka memandang dua orang menjadi sepasang kekasih.
2.Independent-memandang setiap individu itu berdiri sendiri, dan individualitas mereka dianggap lebih penting di banding hubungan yang terjalin.
3.Separates-memandang hubungan sebagai suatu hal yang baik di banding mutual love.
Komunikasi dalam keluarga
1.Equality-setiap orang bisa mengemukakan pendapat dan menyuarakan opininya untuk mengambil suatu keputusan
2.Balanced split- persamaan hak antar anggota keluarga memang terjaga, dan setiap orang memiliki otoritas dalam memutuskan suatu hal dalam bidang yang berbeda.
3.Unbalanced split-satu orang terlihat lebih mendominasi atau ahli dalam berkomunikasi ketika memutuskan suatu hal.
4.Monopoly-satu anggota keluarga mendominasi dan mengontrol suatu hubungan dan dalam penentuan keputusan.

Workplace relationship
Terdapat tiga jenis hubungan yang bias ditemui di tempat kerja, yaitu romantic, mentoring, dan network relationship.
1.Romantic relationship
0 Romansa hubungan mungkin saja terjadi di tempat kerja karena mereka bekerja setiap hari dengan berbagai masalah yang sulit diselesaikan. Akan tetapi, hubungan romantika adalah salah satu factor yang bisa merusak suksesnya suatu pekerjaan, di tempat kerja terdapat larangan untuk menjalin hubungan romansa sesama karyawan.
0 Sisi positifnya, ketertarikan dengan lawan jenis di tempat kerja, dapat memperbesar tingkat kesamaam kegemaran yang akan menjadi salah satu factor suksesnya suatu hubungan karena mereka bekerja di lingkup yang sama. Selain itu, romansa di tempat kerja akan meningkatkan kepuasan dalam bekerja karena adanya penyemangat ketka bekerja.
0 Romansa di tempat kerja memang memberikan dampak yang baik dan buruk, akan tetapi, untuk menghindari semua dampakburuk, lembaga perkantoran menyarankan agar hubungan yang terjalin antar kolega adalah persahabatan, selain karena ‘lebih aman’, juga dapat meningkatkan kepuasan dan komitmen dalam bekerja.

2.Mentoring
Hubungan ini, memiliki arti yaitu seseorang yang lebih berpengalaman membantu orang lain yang kurang berpengalaman. Hubungan ini terjalin karena senior perlu memperkenalkan pada sang junior mengenai lingkungan baru ini, baik secara face to face atau online. Hubungan mentor ini memberikan banyak manfaat seperti lebih banyak promosi kerja dan mmendapat gaji yang lebih tinggi.

3.Network relationship.
0 Networking dibagi menjadi 2 yaitu informal dan formal.
• Informal memiliki arti bahwa ketika kita berada dalam lingkungan baru, ha-hal baru, orang-orang baru, dan kita harus mencari tahu berbagai informasi yang diperlukan.
• Formal networking hampir sama dengan informal networking, hanya saja, formal networking lebih lebih sistematis dan strategic. Kita membangun hubungan dengan orang lain yang mungkin dapat membantu mengatasi masalah kita.
0 Manfaat penting dari networking yaitu kita mendapatkan akses yang lebih mudah untuk memperoleh informasi-informasi penting, dibandingkan ketika kita harus mencari informasi itu sendiri.
0 Dalam networking relationship, ketika kita bias membangun hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutuallisme), maka akan tercipta kondisi dimana kedua belah pihak merasakan kepuasan dan hubungan yang produktif akan terjalin.
0 Langkah selanjutnya, kita disarankan untuk mendaftar nama-nama dan nomor ataupun email sejumlah orang yang bias dihubungi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Dengan ‘keep in touch’ orang-orang yang kita anggap penting tersebut, kita akan lebih mudah untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan.
0 Formal networking menuntut kita untuk lebih aktif untuk membuat koneksi dengan orang-orang yang kita anggap penting. Be proactive memiliki arti bahwa kita seharusnya mempunyai inisiatif untuk menghubungi terlebih dahulu, daripada hanya menunggu

Sunday, October 18, 2009

Teori Penetrasi Sosial

Teori ini dikemukakan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor untuk menjelaskan bagaimana mengembangkan kedekatan suatu hubungan.
 Struktur personal : lapisan bawang
Lapisan bawang digunakan sebagai ilustrasi personality seseorang. Lapisannya terbagi menjadi :
1. Lapisan permukaan (biographical data) – memperlihatkan penampilan luar seseorang yang bisa dilihat semua orang.
2. Lapisan di bawah permukaan-menggambarkan sikap/perilaku yang lebih pribadi pada diri seseorang yang hanya bisa diketahui beberapa orang. Contoh : pribadi yang humoris
3. Lapisan inti – menggambarkan keunikan seseorang yang paling pribadi (hanya orang-orang yang dipilih yang bisa mengetahui “siapa dia sebenarnya” atau bahkan hanya orang tersebut yang tahu). Contoh : perasaan di hatinya yang terdalam atau konflik batin dalam diri.
 Penetrasi mempunyai dua dimensi, yaitu:
1. Keluasan (breadth) yang merujuk pada berbagai topic yang didiskusikan dalam suatu hubungan. Adapula waktu keluasan (breadth time) yang berarti berhubungan dengan jumlah waktu yang dihabiskan oleh pasangan dalam berkomunikasi satu sama lainnya mengenai berbagai macam topic tersebut.
2. Kedalaman (depth) yang merujuk pada tingkat keintiman yang mengarahkan diskusi mengenai suatu topik
 Tahapan proses penetrasi sosial
1. Orientasi – suatu tahapan dimana kita membuka sedikit informasi tentang diri kita kepada orang lain. Seseorang akan bertindak dengan hati-hati dan menggunakan cara yang dianggap baik secara sosial.
2. Pertukaran penjajakan afektif – suatu tahapan ketika munculnya kepribadian seseorang. Dimana terjadi sedikit spontanitas komunikasi karena adanya rasa nyaman antara satu dengan lainnya.
3. Pertukaran afektif – suatu tahapan penetrasi sosial yang lebih spontan dalam keadaan yang cukup nyaman. Dimana seseorang mulai menggunakan idiom personal yaitu ekspresi pribadi yang intim dalam sebuah hubungan.
4. Pertukaran stabil – suatu tahapan penetrasi social yang menghasilkan keterbukaan yang total dan spontanitas bagi pasangan. Dalam tahap ini, suatu hubungan memiliki keunikan diadik, yaitu kualitas hubungan yang nyata dan berbeda dari yang lainnya.
 Empat garis besar oleh Altman dan Taylor dalam sosial penetrasi :
1. Relatively impersonal level - Mulai saling meminjam barang dan bertukar informasi tentang diri
2. Saling membuka diri – saling menceritakan tentang diri sendirilebih personal
3. Penetrasi sangat cepat diawal kemudian melambat seiring kuatnya suatu lapisan pembungkus tersebut – pendekatan diri kadang diwarnai dengan ketidakcocokan dua pribadi, tetapi ketika telah dicapai saling pengertian, maka suatu hubungan akan lebih berarti, lebih penting, dan dapat bertahan lama.
4. Depenetrasi merupakan proses penarikan lapisan demi lapisan secara bertahap – kedekatan suatu hubungan bisa berakhir ketika seseorang mulai menutup diri.
Mengatur Kedekatan berdasar pada keuntungan dan kerugian(biaya)
Menurut analisis untung dan rugi, setiap orang akan mempertimbangkan kemungkinan untung dan rugi ketika akan memutuskan menjalin suatu hubungan dengan seseorang.
Hasil : keuntungan dikurangi kerugian(biaya)
Thibaut dan Kelley menyarankan seseorang untuk memprediksi hasil yang di dapat dari sebuah interaksi. Prinsip minimax mengklaim bahwa seseorang cenderung memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Teoritikus pertukaran sosial berasumsi bahwa kita dapat mengukur secara akurat hasil dari berbagai interaksi dan bahwa kita dapat melakukan suatu tindakan yang akan memberikan hasil terbaik.
Level Perbandingan : mengukur kepuasan dalam berhubungan
teori pertukaran sosial menawarkan dua standar perbandingan, yaitu:
1. Comparison level(mengukur kepuasan dalam berhubungan) – seberapa senang atau sedihnya seseorang dalam menjalin suatu hubungan. Menjelaskan :
a. Level perbandingan seseorang adalah suatu permulaan yang hasilnya terlihat menarik. Contoh : saya biasanya telpon teman selama 15 menit, jika saya telpon 30 menit, perbicangan akan lebih seru karena banyak yang dibicarakan. Jika hanya 10 menit, teman saya akan kecewa. Selain itu, nada suara penasaran, ketertarikan, ataupun lainnya akan menambah kepuasan saya dalan berinteraksi.
b. Level perbandingan untuk sahabat, saudara, ataupun keluarga tergantung pengalaman pribadi sebelumnya.
c. Serangkaian pengalaman berperan besar dalam mengevaluasi sebuah hubungan. Hasil dari suatu hubungan yang terjalin akan terkumpul dalam memori seseorang. Pengalaman menjalin suatu hubungan akan berpengaruh besar pada jalinan hubungan yang sedang dijalani, karena pengalaman menempati porsi besar dalam memori sejarah menjalin hubungan.
2. Comparison level of alternatif (mengukur stabilitas suatu hubungan) – menjelaskan bagaimana seseorang akan mempertahankan (atau menjaga kestabilan) hubungannya sekarang (meskipun kadang jalinan hubungan tersebut tidak memuaskan), karena tidak ada pilihan lain yang lebih baik.
 Penarikan diri dari penetrasi sosial
Teori Altman dan Taylor menggambarkan bahwa rusaknya suatu hubungan sebagai kebalikan dari proses penetrasi, dimana kedua belah pihak secara metode menutup lapisan-lapisan dalam hidup mereka dan secara lambat memisahkan diri. Ditemukan bahwa ketika seseorang telah banyak membuka diri pada seseorang dan kemudian mereka mengalami kerusakan hubungan, maka mereka akan merasakan kesedihan yang mendalam.

Uncertainty reduction Theory

Teori pengurangan ketidak pastian menurut Berger fokus pada bagaimana komunikasi manusia digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan menemukan pemahaman.
Kondisi utama yang membuat seseorang ingin mengurangi ketidakpastian :
1. Antisipasi untuk interaksi yang akan terjadi lagi di waktu yang akan datang : seseorang merasa yakin bahwa akan bertemu dengan “orang baru itu” lagi
2. Faktor pendorong : mereka mempunyai sesuatu yang kita inginkan
3. Deviance (penyimpangan) : mereka berperilaku aneh (tidak biasa)
Pengurangan ketidakpastian : memprediksi dan menjelaskan
Dua jenis ketidakpastian :
1. Behavioural question – pertanyaan yang muncul mengenai perilaku yang harus atau tidak dilakukan, mengapa kita harus melakukan hal tersebut, dll. Biasanya seseorang akan melakukan suatu hal yang spesial di pertemuan pertama untuk memberikan kesan yang baik.
2. Cognitive question – hal ini bertujuan untuk menemukan keunikan tiap individu. Keingintahuan kita tentang sifat dan karakter orang yang baru kita temui. Semakin banyak informasi yang kita peroleh,maka kita bisa mengurangi berbagai kemunginan yang telah kita pikirkan sebelumnya.
Aksioma teori
Aksioma secara tadisional adalah suatu penjelasan kebenaran oleh seseorang yang tidak memperoleh bukti tambahan.
Berikut 8 kebenaran mengenai ketidakpastian awal oleh Berger:
1. Verbal communication (komunikasi verbal)
Semakin banyak interaksi yang dilakukan, maka ketidakpastian akan berkurang.
2. Nonverbal warmth
Ketika ekspresi afiliatif nonverbal meningkat, tingkat ketidakpastian akan menurun.
3. Information seeking (pencarian informasi)
Tingkat ketidakpastian yang tinggi dapat meningkatkan perilaku pencarian informasi.
4. Self-disclosure (pembukaan diri)
Tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam suatu hubungan akan menimbulkan penurunan tingkat keintiman dari isi komunikasi.
5. Resiprosity (kesalingan)
Tingkat ketidakpastian yang tinggi akan menimbulkan tinkat resiprositas yang tinggi pula.
6. Similarity
Kemiripan/kesamaan di antara orang akan mengurangi ketidakpastian
7. Liking
Penurunan tingkat ketidakpastian akan meningkatkan dalam hal kesukaan.
8. Shared networks
Berbagi jaringan komunikasi akan menurangi tingkat ketidakpastian
(ex: punya sahabat untuk curhat mengenai cinta, maka akan mengurangi ketidakpastian mengenai cinta)
 Empat strategi mengurangi ketidakpastian :
1. Seeking information
Mencari informasi mengenai orang yang baru dikenal, ada tiga macam strategi :
1) strategi pasif yaitu ketika seseorang menjadi pengamat tanpa mengganggu orang lain dari jarak jauh.
2) Strategi aktif yaitu ketika seseorang mencari informasi melalui pihak ketiga.
3) Strategi interaktif yaitu ketika seseorang berbicara secara langsung dengan orang tersebut.
2. Choosing plan complexity
Yaitu merencanakan suatu pesan yang akan disampaikan untuk memperoleh feedback yang baik dan tercapainya suatu tujuan tertentu.Kompleksitas perencanaan suatu pesan diukur dengan dua cara, yaitu menurut tingkat kedetailan rencana dan banyaknya kemungkinan rencana yang dipersiapkan pada suatu kasus yang kadang tidak berjalan sesuai rencana.
3. Hedging
Suatu strategi untuk menjaga diri agar seseorang tetap dalam keadaan “aman” dengan cara “saving face”, kadang kala seseorang akan menggunakan kata-kata yang ambigu untuk mengetahui respon orang lain dan sebagai upaya “saving face” itu sendiri.
4. The hierarchy hypothesis
Suatu strategi yang dilakukan dengan cara pengujian untuk meyakinkan suatu informasi yang didapat.

Tuesday, July 28, 2009

berita

Menurut Romli (2006)
Berita merupakan laporan peristiwa yang memiliki nilai berita (news value) – actual, factual, penting, dan menarik.
Dengan kata lain ->
berita adalah informasi atau laporan yang menarik perhatian masyarakatkonsumen berdasarkan fakta, berupa kejadian dan atau ide(pendapat), disusun sedemikian rupa dan disebarkan media massa dalam waktu secepatnya.

Syarat berita :
-Fakta
-Kalaupun ide/pendapat, bukan dari wartawan, tapi dari orang lain. Wartawan tidak boleh memasukkan opininya dalam tulisan berita.
-Ditulis dengan cara yang ditentukan
-Disebar melalui media massa secepatnya.

Unsur-unsur berita menurut Assegaff (1983)
a.Termassa (actual/baru/hangat)
b.Ternama (penting/tidaknya) orang yang diberitakan
c.Jarak (jauh/dekat) lingkungan yang terkena berita
d.Keluarbiasaan
e.Akibat yang mngkin ditimbulkan berita
f.Ketegangan yang ditimbulkan
g.Pertentangan/konflik
h.Seks
i.Kemajuan
j.Emosi yang diungkap dalam berita
k.Humor dalam berita
l.Human interest

Unsure-unsur nilai berita menurut Santana (2005)

a.Immediacy (kesegaran/baru/timeline)
b.Proximity(keterdekatan/jarak)
c.Consequence (konsekuensi)
d.Conflict (pertentangan)
e.Oddity (keanehan/keluarbiasaan)
f.Sex
g.Emotion
h.Prominence (terkemuka/ternama)
i.Suspense (ketegangan)
j.Progress (kemajuan)

nb : sumber dari bukunya p.Mondry

7 TRADISI DALAM TEORI ILMU KOMUNIKASI

Robert Craig mencoba menyebut adanya tujuh tradisi dalam kajian komunikasi
yaitu semiotik, fenomenologi cybernetik, psikologi sosial, , sosial budaya, kritis,dan retorika

1. Tradisi Semiotik
Dalam Littlejohn disebut secara lebih rinci landasan teoritis dari kalangan ahli linguistik seperti Ferdinand de Saussure, Charles S. Pearce, Noam Chomsky, Benjamin Whorlf, Roland Barthes, dan lainnya. Mencoba membahas tentang hakekat simbol. Jadi terdapat banyak teori komunikasi yang berangkat dari pembahasan seputar simbol. Keberadaan simbol menjadi penting dalam menjelaskan fenomena komunikasi.Simbol merupakan produk budaya suatu masyarakat untuk mengungkapkan ide-ide, makna, dan nilai-nilai yang ada pada diri mereka. Mengkaji aspek ini merupakan aspek yang penting dalam memahami komunikasi.Teori-teori komunikasi yang berangkat dari tradisi semiotik menjadi bagian yang penting untuk menjadi perhatian. Analisis-analisis tentang iklan, novel, sinetron, film, lirik lagu, video klip, fotografi, dan semacamnya menjadi penting.
Tradisi Semiotika itu sendiri terbagi atas tiga Varian yaitu Semantic (bahasa) merujuk pada bagaimana hubungan antara tanda dengan objeknya atau tentang keberadaan dari tanda itu sendiri. sintagmatic atau kajian tentang hubungan antar tanda . tanda hampir tidak dapat berdiri sendiri. Dan yang terakhir paradigmatic yang melihat bagaiman sebuah tanda membedakan antara satu manusia dengan yang lain atau sebuah tanda bisa saja dimaknai berbeda oleh masing masing orang sesuai dengan latar belakang budayanya.

2. Tradisi Fenomenologi
Inti tradisi fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang alamiah. Tradisi fenomenologi dapat menjelaskan tentang khalayak dalam berinteraksi dengan media. Demikian pula bagaimana proses yang berlangsung dalam diri khalayak. Beberapa figur penting disini adalah James Lull, Ien Ang, dan sebagainya. Kajian tentang proses resepti (reception studies) yang berlangsung dalam diri
khalayak menjadi penting. Maka proses resepsi sangat ditentukan oleh factor nilai-nilai yang hidup dalam diri khalayak tersebut. Pendekatan etnografi komunikasi menjadi penting diterapkan dalam tradisi ini.
Adapun Varian dari tradisi Fenomonologi ini adalah Fenomonelogi Klasik dipelopori oleh Edmund Husserl penemu Fenomenologi Modern Husserl percaya kebenaran hanya bisa didapatkan melalui pengarahan pengalaman, tapi kita harus bagaimana pengalaman kita bekerja. Dengan kata lain kesadaran akan pengalaman dari setiap individu. kemudian Fenomenologi Persepsi berlawanan dengan Husser yang membatasi fenomenologi pada objektivitas dan yang terakhir adalah Fenomenologi Hermeneutik aliran ini selalu dihubungkan dengan Martin Heidegger dengan landasan filosofis yang juga biasa disebut dengan Hermeneutic of dasein yang berarti suatu “interpretasi untuk menjadi”.

3. Tradisi Cybernetik
Tradisi ini berkaitan dengan proses pembuatan keputusan. Tradisi cybernetik
berangkat dari teori sistim yang memandang terdapatnya suatu hubungan yang saling menggantungkan dalam unsur atau komponen yang ada dalam sistim. Hal lain yang penting adalah sistim dipahami sebagai suatu sistim yang bersifat terbuka sehingga perkembangan dan dinamika yang terjadi dilingkungan akan diproses didalam internal sistim. proses resepsi terhadap pesan yang berlangsung dalam diri khalayak. Beberapa figur penting disini adalah Wiener, Shannon-Weaver, Charles Berger, Guddykunts, Karl Deutch, dan sebagainya.
Adapun varian dari Tradisi Cybernetic ini adalah : Basic System Theory, ini adalah fromat dasar , pendekatan ini melukiskan seperti sebuah struktur yang nyata dan bisa di analisa dan diamati dari luar. Yang kedua adalah General System Theory System ini menggunakan prinsip untuk melihat bagaiaman sesuatu pada banyak bidang yang berbeda menjadi selaras antara satu dengan yang lain. Dan yang ketiga adalah Second Order Cybernetic dikembangkan sebagai sebuah alternative dari dua tradisi Cybernetic sebelumnya. Second order Cybernetic membuat pengamat tak dapat melihat bagaimana sebuah system bekerja di luar dengan sendirinya.

4. Psikologi Sosial
Berangkat dari Ilmu Psikologi terutama aliran behavioral. perhatian pada perubahan sikap (attitude). Hubungan media dan khalayak tentunya akan
menyebabkan terjadinya perubahan sikap. Media menjadi stimulus dari luar diri khalayak yang akan menyebabkan terjadinya perubahan sikap.
Kasus lain seperti komunikasi persuasi. Pengaruh komunikator terhadap perubahan sikap khalayak.
Teori-teori yang berangkat dari psikologi sosial ini juga dapat menjelaskan
tentang proses-proses yang berlangsung dalam diri manusia dalam proses komunikasi yakni ketika proses membuat pesan dan proses memahami pesan. Manusia dalam proses menghasilkan pesan melibatkan proses yang berlangsung secara internal dalam diri manusia seperti proses berfikir, pembuatan keputusan, sampai dengan proses menggunakan simbol. Demikian pula dalam proses memahami pesan yang diterima, manusia juga menggunakan proses psikologis seperti berfikir, memahami, menggunakan
ingatan jangka pendek dan panjang hingga membuat suatu pemaknaan. Pendekatan psikologi sosial memberi perhatian terhadap aspek diri manusia.
Proses komunikasi manusia merupakan proses yang berlangsung dalam diri manusia. Beberapa konsep penting disini dapat disebutkan seperti judgement, prejudice, anxienty, dan sebagainya.
Adapun Varian dari Tradisi ini adalah : Behavioral Tipikal dari teori ini adalah kepada hubungan apa yang kita katakana dan apa yang kita lakukan. Kemudian Koginitif cabang ini cukp banyak digunakan saat ini berpusat pada
pola pemikiran cabang ini berkonsentrasi pada bagaimana individu memperoleh, menyimpan dan memproses informasi dengan cara yang arah tingkah laku yang keluar . kemudian biological cabang ini berupaya mempelajari manusia dari sisi biologikalnya

5. Tradisi Sosial Budaya
Tradisi sosial budaya berangkat dari kajian antropologi. Bahwa komunikasi
berlangsung dalam kontek budaya tertentu karenanya komunikasi dipengaruhi dan kebudayaan suatu masyarakat. Konsep kebudayaan yang dirumuskan Clifford Geertz tentu saja menjadi penting. Media massa, atau individu ketika melakukan aktivitas komunikasi ikut ditentukan faktor-faktor situasional tertentu. Beberapa figur penting disini adalah James Lull, Geertz, Erving Goffman, George H. Mead, dan sebagainya.
Adapun varian dari Tradisi ini adalah : Interaksi symbolic merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam ilmu sosiologi oleh George Herbert Mead dan ZHerbert Blumer yang menekankan pentingnya pengamatan dalam studi komunikasi sebagai cara untuk dari menyelidiki hubungan sosial. Konstruksi Sosial pada cabang ini menginvestigasi bagaimana
pengetahuan manusia dikosntruksi melalui interaksi sosial. Dan yang terakhir Sosial Linguistik Ludwig Wittgenstein seorang filosof Jerman bahwa arti dari bahasa tergantung pada penggunaannya.

6. Tradisi Kritis
Tradisi ini berangkat dari asumi teori-teori kritis yang memperhatikan terdapatnya kesenjangan di dalam masyarakat. Proses komunikasi dilihat dari sudut kritis. Bahwa komunikasi disatu sisi telah ditandai dengan proses dominasi oleh kelompok yang kuat atas kelompok masyarakat yang lemah. Pada sisi lain, aktifitas komunikasi mestinya menjadi proses artikulasi bagi kepentingan kelompok masyarakat yang lemah. Tradisi ini dapat menjelaskan baik lingkup komunikasi antar personal maupun komunikasi bermedia. Tradisi ini tampak kental dengan pembelaan terhadap kalangan yang lemah. Komunikasi diharapkan berperan dalam proses transformasi masyarakat yang lemah.
Beberapa figur penting dapat disebut seperti Noam Chomsky, Herbert Schiller, Ben Bagdikian, C. Wright Mills, dan sebagainya yang pemikiran
mereka menyoroti tentang media sementara Stanley Deetz diantaranya pada komunikasi
adapun Varian dari Tradisi ini adalah : marxisme merupakan peletak dasar dari tradisi kritis ini . Marx mengajarkan bahwa ekonomi merupakan dasar dari segala struktur sosial. Kemudian Kritik Politik ekonomi pandangan ini merupakan revisi terhadap Marxisme yang dinilai terlalu menyederhanakan realitas kedalam dua kubu yaitu kalangan penguasa dan kalangan tertindas berdasarkan kepentingan ekonomi. aliran Frankfurt Aliran ini memperkenalkan bahwa aliran kritis . dalam rangka mempromosikan suatu filosofi sosial teori kritis mampu menawarkan suatu interkoneksi dan pengujian yang menyeluruh perubahan bentuk dari masyarakat, kultur ekonomi, dan kesadaran. Posmodernisme Ditandai dengan sifat relativitas, tidak ada standarisasi nilai, menolak pengetahuan yang sudah jadi dan dianggap sebagai sesuatu yang sakral . Cultural studies memusatkan pada perubahan sosial dari tempat yang menguntungkan dari kultur itu sendiri. Post strukturalis yakni pandangan yang memandang realitas merupakan
sesuatu yang komplek dan selalu dalam proses sedang menjadi. Post Colonial mengacu pada semua kultur yang dipengaruhi oleh proses
imperial dari masa penjajahan sampai saat ini.

7. Tradisi Retorika
Tradisi retorika memberi perhatian pada aspek proses pembuatan pesan atau simbol. Prinsip utama disini adalah bagaimana menggunakan simbol yang tepat dalam menyampaikan maksud. yang berkaitan dengan proses pembuatan pesan (message production) Tradisi retorika dapat menjelaskan baik dalam kontek komunikasi antar personal maupun komunikasi massa. Sepanjang memberi perhatian terhadap bagaimana prosesproses merancang isi pesan yang memadai sehingga proses komunikasi dapat berlangsung secara efektif. Faktor-faktor nilai, ideologi, budaya, dan sebagainya yang hidup dalam suatu organisasi media atau dalam diri individu merupakan faktor yang menentukan dalam proses pembuatan pesan. Bahwa pesan dihasilkan melalui proses yang melibatkan nilai nilai, kepentingan, pandangan hidup tertentu dari manusia yang menghasilkan pesan.
Adapun varian dari tradisi ini dapat dibagi menajdi beberapa era yaitu Era Klasik, Abad Pertengahan, Renaissance, Pencerahan , kontemporer dan postmodernesme: era klasik di mana terjadi pertarungan antara dua aliran yaitu sophis dan filosof yang mana aliran sophis beranggapan bagaimana kita dapat berargumen untuk memenangkan suatu perkara melalui retorika tidak peduli apakh itu benar atau tidak dan berlawanan dengan aliran filosif yang menganggap bahwa Retorika hanya digunakan untuk berdialog untuk mendapatkan kebenran yang absolute. Era Abad pertengahan Abad Pertengahan study tentang retorika berfokus pada pengaturan
gaya . namun retorika pada abad pertengahan dicela sebab dianggap sebagai ilmu kaum penyembah berhala dan tidak perlu dipelajari sebab agama Kristen dapat memperlihatkan kebenarannya dengan sendiri. Era Renaissance Renaissance masa ini dianggap sebagai kelahiran kembali retorika sebagai suatu seni. Masa Pencerahan retorika menjadi sarana untuk mengetahui suatu atau menyampaikan suatu kebenaran. Hal ini menjadikan retorika kembali menjadi citra yang baik seperti saat ini. Era Kontemporer era ini ditandai dengan pemanfaatn media massa untuk menyampaikan suau pesan baik secara verbal maupun visual pada media massa. Postmodernisme Aliran ini merupakan alternative yang dimulai dari asumsi yang berbeda, nilai nilai acuan yang berbeda, untuk menghasilkan suatu retorika yang berbeda pula.




nb : berbagai sumber